DARI TERJEMAHAN KE PENDIDIKAN MORAL LINTAS IMAN: PERBANDINGAN TERJEMAHAN ALKITAB
ISBN : Dalam Proses Penulis : Dr. Roni Nugraha, M.Ag Halaman : i-iv+98 hlm, 15.5 cm x 23.5 cm Cetakan Pertama, Des...
ISBN : Dalam Proses
Penulis : Dr. Roni Nugraha, M.Ag
Halaman : i-iv+98 hlm, 15.5 cm x 23.5 cm
Cetakan Pertama, Desember 2025
Sinopsis : Buku ini mengeksplorasi genealogi dan dinamika intelektual penerjemahan teks sakral ke dalam bahasa Sunda, dengan mambadah komparasi antara tradisi terjemahan Alkitab dan Al-Qur’an. Secara historis, penerjemahan Alkitab di Tatar Sunda dipelopori oleh misi zending abad ke-19, seperti karya monumental Slerk Coolsma, yang menggunakan pendekatan filologis untuk melegitimasi doktrin Kristiani dalam ruang budaya lokal. Sebaliknya, vernakularisasi Al-Qur’an tumbuh dari tradisi pesantren melalui teknik ngalogat dan tafsir lokal sebelum akhirnya mengalami formalisasi melalui institusi negara seperti Kementerian Agama. Buku ini menegaskan bahwa penerjemahan kitab suci di Jawa Barat bukan sekadar aktivitas linguistik pasif, melainkan sebuah proses kebudayaan yang berkelindan dengan politik bahasa, kebijakan kolonial, serta upaya demokratisasi akses terhadap pengetahuan transendental.
Dalam aspek metodologi linguistik, buku ini menyoroti dikotomi orientasi yang kontras antara kedua tradisi terjemahan tersebut. Terjemahan Alkitab (khususnya versi LAI 1991) cenderung mengadopsi prinsip target-oriented melalui metode padanan fungsional atau dinamika, yang mengutamakan keterpahaman kontekstual dan strategi domestikasi (domestication) agar pesan terasa akrab bagi penutur Sunda modern. Di sisi lain, terjemahan Al-Qur’an secara konsisten mempertahankan orientasi pada bahasa sumber (source-oriented) melalui strategi foreignization untuk menjaga integritas dan otoritas tekstual bahasa Arab sebagai bahasa wahyu. Meski berbeda orientasi, keduanya secara unik memanfaatkan sistem undak-usuk basa (tingkatan tutur) dan partikel penguat seperti teh, mah, dan tea untuk menegosiasikan rasa hormat serta nilai estetika yang selaras dengan kosmologi masyarakat Sunda.
Pada dimensi sosiologis dan pedagogis, kajian ini memposisikan bahasa Sunda sebagai ethical common ground yang menjembatani nilai-nilai moral lintas iman. Melalui penggunaan bahasa ibu yang sama, pesan-pesan etis seperti keadilan, kejujuran, dan harmoni sosial dari Alkitab dan Al-Qur’an dapat dipahami dalam satu horison budaya yang setara, tanpa harus menegasikan perbedaan teologis. Bahasa lokal berfungsi sebagai medium internalisasi nilai yang lebih afektif dan membumi, memungkinkan pembentukan identitas religius yang inklusif di Jawa Barat. Akhirnya, buku ini menyimpulkan bahwa tradisi penerjemahan kitab suci merupakan khazanah intelektual yang vital dalam membangun dialog antarumat beragama dan pendidikan moral yang kontekstual bagi masyarakat plural di Tatar Sunda.
| Berat: | 500 g |
| Stok | 50 Tersedia |
| Diskon: | 0 % |
| Harga: | Rp. 50.000 |